Setelah tertunda beberapa tahun, komunitas Jember Berkebun yang
merupakan jejaring dari Indonesia Berkebun, mulai aktif di Jember.
Kehadiran komunitas ini ditandai dengan penanaman berbagai jenis sayur
dan buah-buahan di areal seluas 4,8 hektare yang ada di lahan perumahan
Bernady Land Slawu.
“Kami bersyukur, karena sebenarnya Jember Berkebun ini sudah lahir sejak tahun 2014, tetapi terkendala lahan. Karena itu begitu saya dihubungi oleh pihak Bernady Land, langsung saya apresiasi dan saya hubungkan dengan Jember Berkebun,” tutur Sigit Kusumawijaya, co-founder dari Indonesia Berkebun.
Penanaman perdana di lahan Jember Berkebun ini dilakukan berbarengan dengan acara Jalan Santai yang dihelat pada Minggu (28/01) pagi. Bupati Jember, dr Faida yang dijadwalkan melakukan tanam perdana, berhalangan hadir pada Minggu pagi karena ada agenda lain. Namun, Faida “menggantinya” dengan hadir pada malam harinya sebelum acara. “Senang, saya bisa menanam di hari ke-0,” kelakar Faida.
Di tengah rintik hujan, Faida melakukan penanaman perdana di lahan yang disediakan pihak pengembang Bernady land, dengan didampingi pegiat Jember Berkebun. Sebelum menanam, Faida nampak berbincang serius dengan 3 co-founder Indonesia Berkebun yang datang dari Jakarta.
“Jember Berkebun ini adalah visi besar dari anak-anak muda yang senang bergotong royong dan bersinergi. Tidak sekedar berbeda, tetapi mereka juga kreatif dan visioner,” tutur Faida.
Kehadiran Jember Berkebun yang berangkat dari inisiatif dan peran aktif warga sipil, menurut Faida sangat membantu dalam upaya Jember untuk mengejar target Piala Adipura 2018. Karena itu, Faida berharap gerakan ini bisa tetap konsisten tidak sekedar menghijaukan lahan, tetapi terkait dengan produktivitas lahan “Salah satu poin penilaiannya kan partisipasi masyarakat, itu sangat signifikan,” lanjut Faida.
Butuh Konsistensi
Sejak pertama kali lahir pada Oktober 2010, komunitas gerakan Indonesia berkebun sudah berkembang pesat di berbagai kota di Indonesia. “Dari Aceh sampai Papua. Jember Berkebun ini adalah jejaring kami yang ke 48,” tutur Sigit Kusumawijaya.
Gerakan ini berangkat dari gagasan arsitek muda Ridwan Kamil yang kemudian terpilih menjadi Walikota Bandung. Menggunakan media sosial terutama twitter dan instagram, gerakan ini banyak memikat kaum urban yang menjadikan berkebun sebagai kesenangan yang sekaligus berdampak ekologis.
Sigit berharap, gagasan yang dibawa oleh komunitas Indonesia Berkebun ini menjadi upaya edukasi masyarakat untuk memulai upaya ketahanan pangan. “Tidak hanya gerakannya yang kita sampaikan, tetapi harapan kami juga pesannya bisa tersampaikan kepada masyarakat. Alangkah baiknya jika kita memulai kemandirian pangan dari lingkungan keluarga kita,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai arsitek ini.
Beberapa jenis tanaman sayur dan buah yang ditanam di perumahan Bernady Land Slawu antara lain Jambu Kristal, Mangga Manalagi, Srikoyo Jumbo dan Jambu Merah. “Tantangan kita ke depan adalah konsistensi dan regenerasi dari gerakan ini,” sambung Sigit.
Tidak hanya di lahan perumahan, gerakan ini juga membuka diri untuk bekerjasama dengan berbagai pihak. “Kemarin di salah satu kota, juga ada jejaring Indonesia Berkebun yang menjalin sinergi dengan pihak Lapas, sehingga dihasilkan produktivitas tanaman sayur dan buah-buahan,” tutur Umar Samawi Tashar, koordinator Jember Berkebun
Gagasan Indonesia Berkebun ini, rupanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat Jember. Tidak hanya di dunia nyata dalam acara Jalan Sehat kemarin, di dunia maya, gagasan ini mendapat juga antusiasme. Tanda pagar (tagar) “#JemberBerkebun” sepanjang hari kemarin berseliweran di lini masa beberapa platform media sosial.
sumber : https://www.jawapos.com/radarjember/read/2018/01/29/44455/bupati-faida-tanam-di-hari-ke-0
“Kami bersyukur, karena sebenarnya Jember Berkebun ini sudah lahir sejak tahun 2014, tetapi terkendala lahan. Karena itu begitu saya dihubungi oleh pihak Bernady Land, langsung saya apresiasi dan saya hubungkan dengan Jember Berkebun,” tutur Sigit Kusumawijaya, co-founder dari Indonesia Berkebun.
Penanaman perdana di lahan Jember Berkebun ini dilakukan berbarengan dengan acara Jalan Santai yang dihelat pada Minggu (28/01) pagi. Bupati Jember, dr Faida yang dijadwalkan melakukan tanam perdana, berhalangan hadir pada Minggu pagi karena ada agenda lain. Namun, Faida “menggantinya” dengan hadir pada malam harinya sebelum acara. “Senang, saya bisa menanam di hari ke-0,” kelakar Faida.
Di tengah rintik hujan, Faida melakukan penanaman perdana di lahan yang disediakan pihak pengembang Bernady land, dengan didampingi pegiat Jember Berkebun. Sebelum menanam, Faida nampak berbincang serius dengan 3 co-founder Indonesia Berkebun yang datang dari Jakarta.
“Jember Berkebun ini adalah visi besar dari anak-anak muda yang senang bergotong royong dan bersinergi. Tidak sekedar berbeda, tetapi mereka juga kreatif dan visioner,” tutur Faida.
Kehadiran Jember Berkebun yang berangkat dari inisiatif dan peran aktif warga sipil, menurut Faida sangat membantu dalam upaya Jember untuk mengejar target Piala Adipura 2018. Karena itu, Faida berharap gerakan ini bisa tetap konsisten tidak sekedar menghijaukan lahan, tetapi terkait dengan produktivitas lahan “Salah satu poin penilaiannya kan partisipasi masyarakat, itu sangat signifikan,” lanjut Faida.
Butuh Konsistensi
Sejak pertama kali lahir pada Oktober 2010, komunitas gerakan Indonesia berkebun sudah berkembang pesat di berbagai kota di Indonesia. “Dari Aceh sampai Papua. Jember Berkebun ini adalah jejaring kami yang ke 48,” tutur Sigit Kusumawijaya.
Gerakan ini berangkat dari gagasan arsitek muda Ridwan Kamil yang kemudian terpilih menjadi Walikota Bandung. Menggunakan media sosial terutama twitter dan instagram, gerakan ini banyak memikat kaum urban yang menjadikan berkebun sebagai kesenangan yang sekaligus berdampak ekologis.
Sigit berharap, gagasan yang dibawa oleh komunitas Indonesia Berkebun ini menjadi upaya edukasi masyarakat untuk memulai upaya ketahanan pangan. “Tidak hanya gerakannya yang kita sampaikan, tetapi harapan kami juga pesannya bisa tersampaikan kepada masyarakat. Alangkah baiknya jika kita memulai kemandirian pangan dari lingkungan keluarga kita,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai arsitek ini.
Beberapa jenis tanaman sayur dan buah yang ditanam di perumahan Bernady Land Slawu antara lain Jambu Kristal, Mangga Manalagi, Srikoyo Jumbo dan Jambu Merah. “Tantangan kita ke depan adalah konsistensi dan regenerasi dari gerakan ini,” sambung Sigit.
Tidak hanya di lahan perumahan, gerakan ini juga membuka diri untuk bekerjasama dengan berbagai pihak. “Kemarin di salah satu kota, juga ada jejaring Indonesia Berkebun yang menjalin sinergi dengan pihak Lapas, sehingga dihasilkan produktivitas tanaman sayur dan buah-buahan,” tutur Umar Samawi Tashar, koordinator Jember Berkebun
Gagasan Indonesia Berkebun ini, rupanya mendapat sambutan hangat dari masyarakat Jember. Tidak hanya di dunia nyata dalam acara Jalan Sehat kemarin, di dunia maya, gagasan ini mendapat juga antusiasme. Tanda pagar (tagar) “#JemberBerkebun” sepanjang hari kemarin berseliweran di lini masa beberapa platform media sosial.
sumber : https://www.jawapos.com/radarjember/read/2018/01/29/44455/bupati-faida-tanam-di-hari-ke-0
No comments:
Post a Comment